kemoterapi
Tampilkan postingan dengan label kemoterapi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Cegah dan Hindari Infeksi Setelah Menjalani Kemoterapi

Tidak ada komentar:
Jumlah sel darah putih mengalami penurunan setelah menjalani pengobatan kemoterapi, hal ini dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri, virus dan bahkan luka sayat kecil di tangan akan sulit sembuh. Sehingga orang yang telah melakukan kemoterapi diharapkan bisa menjaga diri baik-baik dan menghindari segala hal yang dapat menyebabkan luka atau sakit agar tidak terjadi infeksi yang membahayakan.

Pengobatan kemoterapi dilakukan pada orang yang menderita kanker ganas dengan tujuan untuk membunuh sel kanker, namun sayangnya pengobatan ini juga dapat membunuh sel-sel sehat yang berada disekitar jaringan sel kanker, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lumpuh dan membuat pasien lebih rentan terkena infeksi.

Dr. Stephen Shibata dari City of Hope National Medical Center Duarte, California menjelaskan bahwa "sebagian besar pengobatan kemoterapi akan menurunkan aktivitas sumsum tulang belakang" hal ini juga berpengaruh pada menurunnya produksi sel darah putih yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh dan sel darah merah yang bisa menyebabkan penderita mengalami anemia. Sedikit saja jumlah produksi sel darah putih menurun dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan zat atau senyawa dan banteri yang menyerang tubuh.

<mencuci tangan membantu mencegah bakteri penyebab infeksi hidup di tubuh anda.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah efek samping kemoterapi dan  membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari kemungkinan terjadinya infeksi setelah menjalani kemoterapi:


1. Sering Cuci Tangan. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik dapat meminimalisir penyebaran bakteri dan mikroorganisme lainnya. Lakukan setiap anda selesai memegang sesuatu, sebelum makan dan setelah makan. Hal ini harus anda lakukan untuk mencegah bakteri dan mikroorganisme lainnya termakan oleh anda atau masuk melalui luka, jika anda memiliki luka.

2. Makanan Seimbang dan Bergizi. Ada saatnya pasien yang baru habis melakukan kemoterapi mengalami kejadian hilangnya nafsu makan, merasakan mual dan mengalami penurunan berat badan. Jika anda mengalami hal ini, segeralah lakukan konsultasi dengan dokter terkait dan dengan ahli gizi untuk memastikan anda mendapatkan asupan kalori dan gizi yang cukup.

3. Makanan berprotein tinggi. Biasanya dokter akan menyarankan anda mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein, protein adalah senyawa yang berfungsi untuk membangun dan memproduksi sistem kekebalan tubuh. Suplemen sejenis multivitamin juga dapat anda konsumsi untuk memastikan tubuh anda menerima vitamin dan mineral yang dibutuhkan.

Tipsnya adalah pasak makanan anda hingga benar-benar matang. Jangan tergoda makan makanan setengah matang.

4. Makanan Matang. Jika anda ingin memakan daging sapi, pastikan anda merebusnya hingga benar-benar empuk dan matang, hal ini membantu membunuh mikroorganisme yang mungkin ada di daging tersebut, juga saat anda memakan sayuran, maka cuci yang bersih sayuran itu serta masaklah sayuran itu sebelum dikonsumsi. Makanan yang harus anda hindari pasca menjalani kemoterapi adalah makanan siap saji, seafood yang di konsumsi mentah seperti sushi dan lainnya.

5. Jaga kesehatan gigi dan gusi. Setelah melakukan perawatan kemoterapi anda menjadi rentan terkena infeksi, sehingga salah satu yang harus anda perhatikan adalah kebersihan gigi, gusi dan mulut anda. Anda harus rajin membersihkan gigi dan gusi anda namun harus hati-hati jangan sampai terjadi luka yang justru bisa menyebabkan infeksi serius di mulut. Gunakanlah sikat gigi ekstra lembut, atau sikat gigi khusus pasca operasi bedah mulut yang biasanya dapat anda beli di klinik gigi dan toko kesehatan lainnya.

6. Rawat kulit agar tetap sehat. Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah menyebabkan anda kehilangan banyak cairan, sehingga anda harus mengisi slot kosong cairan ditubuh anda. Perbanyaklah minum air putih. Kurang cairan di tubuh bisa menyebabkan kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan mengalami iritasi kulit. Juga jangan menggaruk jerawat karena bisa menimbulkan luka terbuka yang mengundang bakteri dan lainnya masuk ke tubuh anda. Yang tidak kalah pentingnya jangan telalu lama terpapar sinar matahari di siang hari karena anda bisa dengan mudah terpapar sinar UV yang berbahaya bagi kulit anda setelah kemoterapi, ketahuilah berjemur di pagi hari sangat dianjurkan, anda bisa berjemur pada rentang waktu jam 7 hingga jam 8 pagi. 

7. Tubuh bersih. Mandi dengan air hangat adalah salah satu cara untuk mencegah menyebarnya bakteri dan mikroorganisme lainnya hinggap ditubuh anda. Mandilah dengan air hangat dan gunakan sabun antiseptik. 

8. Jauhi orang sakit. Ingat, karena sistem kekebalan tubuh anda lumpuh pasca kemoterapi, maka berhati-hatilah dengan orang yang sakit, terutama jika orang yang sakit itu adalah sakit yang bisa menular seperti, flu, batuk, cacar air, campak, TBC dan lainnya. Hindari orang yang sakit saat anda berpapasan di jalan atau jika ada yang bertamu ke rumah anda. Bahkan jika anda memiliki anak yang baru di vaksin cacar atau polio yang bersifat virus hidup maka andapun tidak dikenankan untuk menggendongnya.

9. Hindari kecelakaan. Karena anda telah menjalani kemoterapi, maka berhati-hatilah saat melangkah keluar rumah, jangan sampai anda terjatuh atau lainnya. Bahkan bagi laki-laki yang memiliki kumis atau janggut, berhati-hatilah saat memotongnya. Sebaiknya anda meminimalisir sentuhan pisau cukur ke kulit karena dapat menyebabkan luka, walaupun tidak anda rasakan. 
Semakin anda berhati-hati dalam menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan yang sehat serta bergizi, semakin kecil resiko anda terkena infeksi pasca melakukan kemoterapi. 
Semuanya tergantung pada anda. Mencegah itu lebih mudah dari pada mengobati, jangan sampai anda terkena infeksi atau sebagainya. Jagalah diri anda, semoga pasca melakukan kemoterapi, kanker anda hilang sepenuhnya dan semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.  

Minggu, 18 Februari 2018

Mengatasi dan Mengurangi Efek Samping Pasca Kemoterapi

Tidak ada komentar:
Ketika seseorang dinyatakan mengidap penyakit kanker ganas, biasanya dokter akan menyarankan anda untuk melakukan operasi guna mengangkat jaringan yang rusak akibat sel kanker dan kemoterapi. Namun, sebelum memutuskan melakukan kemo ada baiknya anda mengetahui efek samping kemoterapi agar anda tidak syok saat melihat perubahan yang terjadi dan mengetahui cara mengatasi efek sampingnya.

Efek samping dari kemoterapi yang dirasakan setiap orang berbeda-beda tergantung pada jenis kemo, durasi terpapar radiasi dan daya tahan tubuh. Di laman ini saya menuliskan beberapa efek samping yang biasa terjadi pada orang yang telah melakukan kemoterapi.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping di bawah ini dan mintalah kepadanya untuk memberikan cara mengurangi efeknya. Bisa juga anda memberikan komentar untuk memperdalam pengetahuan anda atau memberikan saran untuk melengkapi artikel ini.

Artikel ini dibuat dengan maksud untuk membantu anda melakukan persiapan jika memang harus melakukan kemoterapi, bisa jadi daftar di bawah ini tidak ada rasakan atau ada yang anda rasakan namun berbeda dengan yang ada di daftar.

13 Efek samping Kemoterapi dan cara mengurangi dampaknya

1. Rambut rontok. Kita semua sudah tahu akan hal ini, tapi yang tidak banyak orang ketahui adalah yang dimaksud rontok disini adalah seluruh rambut di tubuh. Jangan heran jika seluruh rambut anda yang meliputi rambut kepala, bulu mata, alis, kumis, janggut, ketiak sampai bulu di kaki akan rontok seluruhnya. Jika anda seorang laki-laki mungkin hal ini tidak terlalu bermasalah, namun jika terjadi pada wanita? Bersabarlah!

2.  Mual dan Muntah. Kedua hal ini merupakan efek samping yang biasanya paling umum terjadi, anda akan merasa tidak nyaman akan hal ini. Biasanya dokter akan memberikan obat anti depresi setelah anda melakukan kemoterapi. Obat itu dapat membantu untuk mengatasi mual dan muntah tapi anda akan merasakan kantuk yang luar biasa.

Jika hal ini terjadi yang harus anda lakukan adalah menyikapinya dengan tenang. Bagaimanapun hal ini umum terjadi dan obat anti depresi dapat meringankan rasa mual yang anda rasakan. Andapun harus menjaga makanan anda yakni dengan menghindari makanan yang berminyak, berasa pedas dan asam, makanan jenis ini bisa memperkuat rasa mual. Hindarilah!


gambar infus cairan kemo, efek samping kemoterapi


3. Dehidrasi. Salah satu obat yang digunakan saat kemo memiliki kandungan Methotrexate, obat jenis ini dapat merusak hati dan ginjal sehingga anda perlu minum air putih yang banyak untuk menjaga kesehatan organ hati dan ginjal. Sediakanlah selalu air putih di samping anda!

4. Neuropati. Keluhan ini umumnya sering terjadi. Pasca dilakukan kemo mungkin anda merasakan rasa sakit, kesemutan, hilang rasa, terasa terbakar atau seperti ada sesuatu yang menusuk di ujung kaki atau tangan. Ini dikarenakan salah satu efek obat yang mempengaruhi fungsi saraf. Jika hal ini terjadi pada anda segeralah berkonsultasi dengan dokter agar masalah ini tidak berlanjut.

5. Neutropenik. Proses kemoterapi bukan hanya menargetkan sel kanker tapi juga dapat mempengaruhi dan merusak sel darah putih, sehingga orang di melakukan kemo akan menjadi lebih rentan terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuh menurun atau bahkan hilang dari tubuh. Berhati-hati adalah kunci untuk menghindari infeksi. Goresan, flu, batuk atau terjatuh dapat menjadi fatal akibatnya!

Anda dapat mengurangi kemungkinan terpaparnya penyakit dari orang lain dengan cara memakai masker dan sarung tangan untuk mencegah terjadi kontak langsung. Juga jangan makan makanan mentah!

6. Anemia. Kemo juga dapat merusak sel darah merah dan mengurangi jumlahnya sehingga anda bisa terkena anemia. Ciri anda mengalami anemia pasca kemoterapi adalah merasa tidak nyaman dengan jantung terasa berdebar, nafas terasa berat, cepat lelah dan merasa pusing ketika bangun dari tidur atau saat anda mau berdiri. Jangan menyembunyikan gejala apapun yang anda rasa kepada orang lain. Ceritakanlah apa yang anda rasakan! Dokter biasanya akan melakukan transfusi darah jika hasil tes darah menunjukan sel darah merah anda menurun.

7. Menopause dan Infertilitas. Efek samping lainnya adalah membuat mandul atau pembuahan sulit terjadi/ suit memiliki anak. Hal ini karena kemo dapat merusak jaringan sistem reproduksi. Namun janganlah khawatir terlebih dahulu karena tidak semua orang yang melakukan kemoterapi langsung menjadi mandul. Anak adalah titipan dari Allah Swt sehingga jika Yang Maha Kuasa mengijinkan bukan tidak mungkin pembuahan bisa terjadi.

8. Tulang Keropos. Tulang menjadi rapuh dan mudah keropos mungkin bisa terjadi pasca kemo. Dokter biasanya akan memberikan anda lebih banyak obat penambah kalium, kalsium dan vitamin D. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan tulang dan membantu memulihkan kesehatan tulang. Makan makanan tinggi kalsium dan mengkonsumsi obat penambah kalium, kalsium dan vitamin D.

9. Kerusakan organ dalam. Untuk yang satu ini, anda diharuskan rutin memeriksakan kesehatan jantung, paru, dan lainnya, anda bisa melakukan medical checkup. Baca: Menjaga kesehatan jantung itu mudah.

10. Gangguan pendengaran.  Walaupun jarang terjadi namun masalah pendengaran bisa saja terjadi.

11. Diare. Ini bisa menjadi masalah yang mempengaruhi berat badan anda. Di samping itu juga bisa membuat anda dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), sehingga anda perlu memperhatikan untuk bisa minum air lebih banyak. Mandi pun bisa membantu untuk melembabkan kulit anda, air yang digunakan harus dimasak terlebih dahulu!

12. Sakit kepala parah. Ada kemungkinan anda merasakan sakit kepala yang rasa nyerinya tidak bisa dibayangkan. Bahkan saya pernah mendengar penderita kanker yang melakukan kemoterapi bahwa sakitnya sangat luar biasa, walaupun sudah meminum obat sakit tetap tidak meredakan rasa sakitnya. Cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan rileks, pasrah dan hindari suara keras. Tenangkan pikiran anda!

13. Ketergantungan obat anti depresi. Obat anti depresi misalnya Lorazepam biasa diberikan bagi orang yang melakukan kemoterapi. Bahayanya obat ini bisa menyebabkan ketergantungan.

Itulah pembahasan mengenai apasaja efek samping kemoterapi. Informasi ini memang tidaklah lengkap karena sangat memungkinkan anda mendapatkan efek yang berbeda setelah melakukan kemoterapi. Sehingga besar harapan saya, anda dapat berbagi pengalaman mengenai hal ini di kolom komentar. Semoga anda bisa sembuh kembali!