kesehatan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

pH Air Minum yang Baik dan Menyehatkan Untuk di Konsumsi

Tidak ada komentar:
Manusia harus mengkonsumsi air setidaknya 8 gelas setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat proses metabolisme tubuh. Kualitas air yang di minum dapat mempengaruhi kesehatan, pH air minum yang paling ideal di konsumsi oleh manusia berada pada kisaran pH 7.2 hingga 7.4. 
Masih ingatkah dulu ketika mengikuti pelajaran IPA melakukan sebuah percobaan dengan menggunakan kertas lakmus? Anda disuruh untuk mencelupkan kertas lakmus ke dalam gelas berisi cairan, jika dicelupkan ke dalam gelas berisi jus apel kertas berubah menjadi merah dan jika dicelupkan ke dalam gelas berisi air sabun akan berubah menjadi warna biru. Nah itulah salah satu percobaan untuk mengetahui nilai pH suatu cairan.

Indikator untuk menentukan nilai pH baik itu bersifat asam maupun basa (alkalinitas) dikenal sebagai pH. Rentang nilai pH adalah 0-14, dimana nilai netral adalah tengah-tengahnya (pH 7). Nilai paling rendah hingga mendekati 7 berarti memiliki sifat asam dan nilai lebih dari 7 hingga 14 menunjukan sifat basa.

Untuk mempermudah pemahaman anda mengenai PH berikut contohnya:

1. Cairan HCL memiliki nilai pH 1, berarti sifat kimianya asam. Karena termasuk paling rendah maka HCL adalah cairan kimia bersifat asam kuat sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh manusia.
2. Kopi memiliki nilai pH 5.5 berarti sifat kimianya asam. Namun sifat kimia asam pada kopi termasuk rendah sehingga boleh dikonsumsi manusia, dengan batasan-batasan tertentu dan jangan berlebihan.
3. Baking soda biasanya ber-pH 8.5 sehingga boleh untuk dikonsumsi dengan sifat kimia basa.
4. Air sabun ber-pH 10, bersifat basa. Tidak boleh dikonsumsi, namun jika secara tidak sengaja terjilat maka tidak apa-apa.
5. NaOH biasanya ini bersifat paling basa dengan nilai pH bisa mendekati 14 tergantung kepekatannya.

gambar air bersih ber-pH 7 untuk minum manusia

Jadi sebenarnya berapa pH air yang baik?

Pada dasarnya nilai pH adalah indikator untuk menentukan apakah air bersifat asam atau basa. pH air yang benar-benar murni adalah 7. Namun, normalnya air yang ditemukan di masyarakat entah itu dari air PDAM, air sumur, dan air sungai di hulu (pegunungan dan belum tercemar) memiliki nilai pH 6.5 - 8.5, kecuali di air sungai yang melewati kawasan industri yang biasanya memiliki pH asam yang membahayakan bagi manusia jika di konsumsi.


pH Air yang paling ideal untuk di konsumsi manusia

Tentu sudah jelas, bahwa pH yang paling baik di konsumsi adalah kisaran 7. Namun karena saat ini banyak minuman yang lebih memiliki sifat asam diperjual belikan maka yang paling ideal manusia konsumsi adalah ber-pH 7.2 hingga 7.4. Air minum yang memiliki rentang nilai demikian dimasukkan dalam kategori air alkalin. Alkalin / Alkali atau alkalinitas adalah sebuah ukuran air yang memiliki fungsi untuk menyeimbangkan perubahan kondisi cairan yang cenderung memiliki sifat asam.


Apakah air Alkali aman dan baik serta menyehatkan bagi manusia?

Mengkonsumsi air yang cukup sangat disarankan karena baik dan juga dapat menyehatkan bagi manusia. Bahkan dengan meminum air setidaknya 8 kali (8 gelas) setiap hari dapat membantu anda terhindar dari bahaya dehidrasi yang paling sering disepelekan oleh kebanyakan orang. Dehidrasi bisa menyebabkan masalah kesehatan yang komplek.

Air yang cocok dan aman untuk di minum adalah air yang berpH sedikit basa yakni berkisar 7.2 hingga 7.4. Bahkan ada kota New York yang terang-terangan bangga memiliki air untuk di konsumsi dengan pH 7.2.

Air ber pH 7.2 termasuk air alkali. Air minum atau air alkali aman dan baik untuk dikonsumsi. Bagi orang yang sensitif terhadap rasa mungkin akan merasakan rasa manis saat meminum air ini. Rasa manis itu konon timbul berkat adanya kandungan mineral yang baik dan diklaim air alkali memiliki manfaat bagi kesehatan terutama bagi sistem pencernaan, metabolisme tubuh dan juga dapat memperkuat kekebalan tubuh sehingga membuat tubuh lebih sehat dan bugar.

Dari sumber healthline menyatakan air minum alkalin dapat menyehatkan tubuh dan juga dapat membantu menetralkan asam dalam tubuh. Selain itu bermanfaat untuk membersihkan usus besar, dapat menyehatkan kulit, meningkatkan kadar oksigen dan banyak lainnya. Namun juga memiliki efek samping seperti mual dan bahkan muntah, kesemutan dan sebagainya.

Dulu, saya pernah mendapatkan seminar mengenai baiknya pH air minum alkali. Yang salah satunya menyebutkan bahwa rasa mual dan mungkin muntah bisa terjadi karena proses detox, atau proses pengeluaran zat dan senyawa berbahaya dalam tubuh. Entahlah, hanya Allah Swt yang tahu akan hal ini. Yang pasti Sang Pencipta, Allah Swt menciptakan air dengan penuh manfaat bagi manusia.

Minggu, 25 Februari 2018

Bahaya Dehidrasi bagi Tubuh, Gejala dan Cara Mengatasinya

Tidak ada komentar:
Apakah anda merasa lebih cepat lelah, merasa lesu sepanjang hari, rasa haus semakin meningkat, tenggorokan kering dan merasa pusing? Jika anda merasakan demikian maka ada kemungkinan anda mengalami dehidrasi. Gejala yang disebutkan di atas adalah indikator utama dehidrasi. Dehidrasi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengakibatkan bahaya bagi tubuh.

Dalam konten kali ini saya akan membahas mengenai bahaya dehidrasi dan juga cara cepat dan efektif untuk mengatasinya, semakin cepat anda menangani masalah ini maka semakin kecil efek berbahaya yang bisa mengancam jiwa anda.


Apakah yang dimaksud dengan dehidrasi?

Jika anda mengalami dehidrasi terutama jika anda mengalami dehidrasi kronis maka janganlah anda menanggapinya dengan enteng. Bagaimanapun dehidrasi adalah suatu kondisi berbahaya yang dapat mendatangkan malapetaka.

Dehidrasi disebabkan oleh kekurangan cairan di dalam tubuh yang diakibatkan oleh hilangnya cairan dalam tubuh dengan cepat.

Dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan asam-basa di dalam tubuh. Dimana kondisi paling ideal bagi tubuh adalah memiliki cairan tubuh dengan PH sedikit basa. PH yang paling tepat bagi tubuh ada pada kisaran 7,2 hingga 7,4. Bahayanya kondisi dehidrasi dapat mengurangi alkalinitas cairan secara signifikan yang tentunya dapat menyebabkan gangguan fungsi pada organ tubuh. Jika anda tidak mengatasinya dengan segera dan menyebabkan dehidrasi berada di titik kronis dapat mengakibatkan kerusakan otak, menimbulkan masalah pada jantung, menurunnya sistem kekebalan tubuh hingga dapat mencetus timbulnya neoplasma maligna di tubuh anda.

Efek berbahaya lainnya dari dehidrasi adalah kerusakan parah dan menyeluruh pada sel-sel di tubuh. Sebagian besar tubuh manusia adalah air, dimana air itu tersimpan di sel-sel, darah, dan wilayah sekitarnya. Sehingga ketika anda mulai kehilangan cairan dapat dipastikan sel akan mulai berkurang kinerjanya, apalagi jika air yang anda konsumsi adalah air yang terkontaminasi dengan limbah dan bahan berbahaya lainnya. Bukan hanya menurunnya kinerja sel melainkan sel dapat mengalami kematian. Kematian sel dan berkurangnya sel dalam tubuh akan memperparah kondisi kesehatan anda.

Selain itu dehidrasi juga dapat menyebabkan kadar kolesterol dalam tubuh meningkat. Meningkatnya kolesterol ini sangat membahayakan apabila berada dalam pembuluh darah. Pembuluh darah yang kekurangan cairan dan menyimpan banyak kolesterol dapat mempersempit pembuluh darah bahkan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, hal ini memperbesar kemungkinan terjadinya stroke dan serangan jantung.

gambar perbandingan kondisi cairan pada tubuh normal dan mengalami dehidrasi


Apakah gejala dehidrasi yang biasa terjadi?

Agar anda dapat terhindar dari bahaya dehidrasi kronis, sebaiknya anda mengetahui gejala-gejala dan penyebab terjadinya dehidrasi. Disini saya menuliskan 10 gejala yang biasanya umum terjadi dan bisa jadi gejala yang sebenarnya lebih banyak.

1. Sembelit. 
Salah satu dampak berbahaya dari dehidrasi adalah sembelit. Ketika cairan dalam tubuh berkurang dan semakin sedikit, usus besar akan merespon dengan membatasi cairan yang keluar dari tubuh salah satunya mengurangi cairan ke tinja. Hal ini mengakibatkan tinja menjadi keras dan saat akan dikeluarkan dapat menyebabkan iritasi pada usus besar. Terkadang karena kerasnya tinja itu menyebabkan sulit untuk dapat didorong keluar sehingga terjadilah sembelit itu.

2. Mudah lelah. 
Gejala dehidrasi yang semakin kronis dan parah adalah mudah merasa lelah. Ketidakseimbangan cairan dalam tubuh dapat menghambat kinerja dan aktivitas enzim dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan tubuh anda merasa cepat dan mudah lelah, mudah lelah ini adalah tanda awal anda mengalami dehidrasi.

3. Tekanan darah tinggi. 
94% penyusun darah adalah cairan, sehingga ketika tubuh kehilangan cairan, darah akan menjadi kental. Hal ini menyebabkan ketegangan terhadap aliran darah yang mengakibatkan tekanan darah meningkat. Jika anda tidak secepatnya mendapatkan cairan, akan menimbulkan masalah serius pada jantung.

4. Masalah pencernaan.
Jika anda merasa sakit di ulu hati atau menderita maag dan juga merasa perut kembung dan sering buang angin, anda mungkin sedang mengalami dehidrasi.

5. Berat badan bertambah drastis
Berbeda dari kebanyakan penyakit yang biasanya membuat berat badan turun, jika anda menderita dehidrasi maka berat badan akan bertambah dengan drastis. Kekurangan cairan mengakibatkan tubuh tidak bisa melakuakan metabolisme pada lemak, sehingga jumlah lemak semakin banyak dan menumpuk yang saat bersamaan akan menambah berat badan anda.

6. Masalah pada ginjal.
Dehidrasi dapat menyebabkan menumpuknya limbah dari proses metabolisme. Dimana seharusnya ginjal dapat mengatur ketersediaan air dan membuangnya ke saluran kantung kemih. Namun, jika ginjal tidak penuh, organ ini akan menahan air limbah untuk tidak segera di buang. Tersendat atau tertahannya cairan limbah ini di ginjal dapat menimbulkan masalah seperti terbentuknya kristal (batu ginjal) juga menyebabkan infeksi karena tumbuhnya bakteri. Jika sudah demikian, masalah pada ginjal menjadi semakin nyata.

7. Infeksi saluran kemih.
Anda mungkin mengetahui bahwa rasa ingin buang air kecil akan datang jika kantung kemih terasa penuh, jika tidak maka anda tidak akan merasakan ingin buang air kecil. Akibatnya cairan limbah metabolisme yang jumlahnya sedikit tertahan di kantung kemih dan hal ini mengundang berkembangnya bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pada kantung kemih anda.

8. Masalah kulit.
Dehidrasi juga ternyata bisa mengakibatkan masalah serius pada kulit. Kulit kering, sangat rentan terkena masalah. Seperti salah satu artikel saya mengenai "efek samping kemoterapi pada kulit" yang juga membahas mengenai kulit kering.

9. Penuaan dini.
Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan penuaan dini. Salah satu gejalanya adalah kulit menjadi keriput, timbulnya kerutan dan tidak sehat. Bukan hanya terjadi pada kulit, kerutan juga bisa timbul pada semua organ dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan kerusakan dini pada organ-organ tubuh.

10. Masalah pernapasan.
Ketika tubuh mengalami dehidrasi, anda harus mengatasinya dengan cara minum lebih banyak, makan makanan yang mengandung banyak air dan sebagainya agar tubuh tetap terhidrasi. Karena jika anda tidak melakukannya, dehidrasi akan semakin kronis dan mengakibatkan anda gagal menghidup udara atau udara tidak masuk ke paru-paru. Hal ini diakibatkan meningkatnya produksi histamin dalam tubuh yang membuat anda mengalami alergi pernapasan atau tertutupnya rongga pernapasan.

11. Nyeri sendi.
Jika anda merasakan linu atau nyeri sendi dengan indikasi berat anda tidak bisa menggerakan sendi-sendi anda terutama di daerah tangan. Maka itu indikasi kuat anda terkena dehidrasi berat atau kronik. Kondisi ini hanya akan sembuh dan kembali normal jika tubuh anda telah mendapatkan cairan yang cukup.


Mengobati dan Mengatasi Dehidrasi

Sebagian hal di atas pernah saya alami sendiri, mulai dari dehidrasi ringan sampai dehidrasi berat dimana ada 2 cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi dehidrasi dan mengobatinya agar tidak terjadi hal fatal pada diri anda.

1. Dehidrasi ringan
Cepat lelah, lesu, nyeri sendi (pegal) itu adalah indikasi dehidrasi ringan. Agar tidak bertambah parah segeralah anda meminum air sebanyak-banyaknya. Bisa juga dengan di campur gula dan teh (teh manis) agar tubuh anda memiliki energi. Dan yang paling saya sarankan adalah meminum cairan elektrolit. Cairan ini bisa anda buat sendiri dengan menambahkan segelas air putih dengan gula putih dan garam.

2. Dehidrasi berat.
Jika anda pernah mengalaminya, tentu anda tahu rasanya. Sakit dan menyakitkan, seakan tubuh tertindih gajah! Ya, dehidrasi berat itu sangat menyakitkan. Tubuh kaku sulit untuk digerakkan, nafas berat dan terasa sakit, telinga mendengung, tidak bisa bicara dan sulit melihat seakan itulah waktunya untuk bertemu Sang Pencipta.

Memang benar, jika orang yang menderita dehidrasi berat tidak segera ditangani, dapat merenggut jiwanya. Tentu meninggal adalah keputusan Sang Pencipta, dan harus anda tahu bahwa orang yang mengalami dehidrasi berat masih bisa terselamatkan jika cepat ditangani.

Satu-satunya cara untuk mengatasi dan mengobati dehidrasi berat adalah dengan memasukkan cairan dengan cepat ke tubuh. Tentu dilakukan dengan jarum dengan proses infus. Cairan biasanya akan ditetes secara cepat hingga penderitanya terlihat baikan dan tersadar.

Dulu ketika saya mengalaminya, dibutuhkan 2 labu infus yang ditetes dalam waktu 20 menit. Alhamdulillah sehat dan tidak mengalami syok jantung. Tentunya tetes infus itu jika terlalu cepat dapat membahayakan juga, namun itu tidak terjadi pada saya.

Memasukkan cairan dengan cara infus adalah satu-satunya cara untuk mengatasi dehidrasi. Sehingga jika anda atau keluarga anda mengalaminya segeralah bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan.

Itulah pembahasan bahaya, gejala dan pengobatan dehidrasi yang saya ketahui dan saya alami. Apakah anda pernah mengalaminya? Apakah anda punya cara lain untuk mengobatinya? Silahkan berbagi dengan saya melalui kolom komentar.

Senin, 19 Februari 2018

Cegah dan Hindari Infeksi Setelah Menjalani Kemoterapi

Tidak ada komentar:
Jumlah sel darah putih mengalami penurunan setelah menjalani pengobatan kemoterapi, hal ini dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri, virus dan bahkan luka sayat kecil di tangan akan sulit sembuh. Sehingga orang yang telah melakukan kemoterapi diharapkan bisa menjaga diri baik-baik dan menghindari segala hal yang dapat menyebabkan luka atau sakit agar tidak terjadi infeksi yang membahayakan.

Pengobatan kemoterapi dilakukan pada orang yang menderita kanker ganas dengan tujuan untuk membunuh sel kanker, namun sayangnya pengobatan ini juga dapat membunuh sel-sel sehat yang berada disekitar jaringan sel kanker, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lumpuh dan membuat pasien lebih rentan terkena infeksi.

Dr. Stephen Shibata dari City of Hope National Medical Center Duarte, California menjelaskan bahwa "sebagian besar pengobatan kemoterapi akan menurunkan aktivitas sumsum tulang belakang" hal ini juga berpengaruh pada menurunnya produksi sel darah putih yang menyebabkan lumpuhnya sistem kekebalan tubuh dan sel darah merah yang bisa menyebabkan penderita mengalami anemia. Sedikit saja jumlah produksi sel darah putih menurun dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan zat atau senyawa dan banteri yang menyerang tubuh.

<mencuci tangan membantu mencegah bakteri penyebab infeksi hidup di tubuh anda.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah efek samping kemoterapi dan  membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menghindari kemungkinan terjadinya infeksi setelah menjalani kemoterapi:


1. Sering Cuci Tangan. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik dapat meminimalisir penyebaran bakteri dan mikroorganisme lainnya. Lakukan setiap anda selesai memegang sesuatu, sebelum makan dan setelah makan. Hal ini harus anda lakukan untuk mencegah bakteri dan mikroorganisme lainnya termakan oleh anda atau masuk melalui luka, jika anda memiliki luka.

2. Makanan Seimbang dan Bergizi. Ada saatnya pasien yang baru habis melakukan kemoterapi mengalami kejadian hilangnya nafsu makan, merasakan mual dan mengalami penurunan berat badan. Jika anda mengalami hal ini, segeralah lakukan konsultasi dengan dokter terkait dan dengan ahli gizi untuk memastikan anda mendapatkan asupan kalori dan gizi yang cukup.

3. Makanan berprotein tinggi. Biasanya dokter akan menyarankan anda mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein, protein adalah senyawa yang berfungsi untuk membangun dan memproduksi sistem kekebalan tubuh. Suplemen sejenis multivitamin juga dapat anda konsumsi untuk memastikan tubuh anda menerima vitamin dan mineral yang dibutuhkan.

Tipsnya adalah pasak makanan anda hingga benar-benar matang. Jangan tergoda makan makanan setengah matang.

4. Makanan Matang. Jika anda ingin memakan daging sapi, pastikan anda merebusnya hingga benar-benar empuk dan matang, hal ini membantu membunuh mikroorganisme yang mungkin ada di daging tersebut, juga saat anda memakan sayuran, maka cuci yang bersih sayuran itu serta masaklah sayuran itu sebelum dikonsumsi. Makanan yang harus anda hindari pasca menjalani kemoterapi adalah makanan siap saji, seafood yang di konsumsi mentah seperti sushi dan lainnya.

5. Jaga kesehatan gigi dan gusi. Setelah melakukan perawatan kemoterapi anda menjadi rentan terkena infeksi, sehingga salah satu yang harus anda perhatikan adalah kebersihan gigi, gusi dan mulut anda. Anda harus rajin membersihkan gigi dan gusi anda namun harus hati-hati jangan sampai terjadi luka yang justru bisa menyebabkan infeksi serius di mulut. Gunakanlah sikat gigi ekstra lembut, atau sikat gigi khusus pasca operasi bedah mulut yang biasanya dapat anda beli di klinik gigi dan toko kesehatan lainnya.

6. Rawat kulit agar tetap sehat. Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah menyebabkan anda kehilangan banyak cairan, sehingga anda harus mengisi slot kosong cairan ditubuh anda. Perbanyaklah minum air putih. Kurang cairan di tubuh bisa menyebabkan kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan mengalami iritasi kulit. Juga jangan menggaruk jerawat karena bisa menimbulkan luka terbuka yang mengundang bakteri dan lainnya masuk ke tubuh anda. Yang tidak kalah pentingnya jangan telalu lama terpapar sinar matahari di siang hari karena anda bisa dengan mudah terpapar sinar UV yang berbahaya bagi kulit anda setelah kemoterapi, ketahuilah berjemur di pagi hari sangat dianjurkan, anda bisa berjemur pada rentang waktu jam 7 hingga jam 8 pagi. 

7. Tubuh bersih. Mandi dengan air hangat adalah salah satu cara untuk mencegah menyebarnya bakteri dan mikroorganisme lainnya hinggap ditubuh anda. Mandilah dengan air hangat dan gunakan sabun antiseptik. 

8. Jauhi orang sakit. Ingat, karena sistem kekebalan tubuh anda lumpuh pasca kemoterapi, maka berhati-hatilah dengan orang yang sakit, terutama jika orang yang sakit itu adalah sakit yang bisa menular seperti, flu, batuk, cacar air, campak, TBC dan lainnya. Hindari orang yang sakit saat anda berpapasan di jalan atau jika ada yang bertamu ke rumah anda. Bahkan jika anda memiliki anak yang baru di vaksin cacar atau polio yang bersifat virus hidup maka andapun tidak dikenankan untuk menggendongnya.

9. Hindari kecelakaan. Karena anda telah menjalani kemoterapi, maka berhati-hatilah saat melangkah keluar rumah, jangan sampai anda terjatuh atau lainnya. Bahkan bagi laki-laki yang memiliki kumis atau janggut, berhati-hatilah saat memotongnya. Sebaiknya anda meminimalisir sentuhan pisau cukur ke kulit karena dapat menyebabkan luka, walaupun tidak anda rasakan. 
Semakin anda berhati-hati dalam menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan yang sehat serta bergizi, semakin kecil resiko anda terkena infeksi pasca melakukan kemoterapi. 
Semuanya tergantung pada anda. Mencegah itu lebih mudah dari pada mengobati, jangan sampai anda terkena infeksi atau sebagainya. Jagalah diri anda, semoga pasca melakukan kemoterapi, kanker anda hilang sepenuhnya dan semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.  

Minggu, 18 Februari 2018

Mengatasi dan Mengurangi Efek Samping Pasca Kemoterapi

Tidak ada komentar:
Ketika seseorang dinyatakan mengidap penyakit kanker ganas, biasanya dokter akan menyarankan anda untuk melakukan operasi guna mengangkat jaringan yang rusak akibat sel kanker dan kemoterapi. Namun, sebelum memutuskan melakukan kemo ada baiknya anda mengetahui efek samping kemoterapi agar anda tidak syok saat melihat perubahan yang terjadi dan mengetahui cara mengatasi efek sampingnya.

Efek samping dari kemoterapi yang dirasakan setiap orang berbeda-beda tergantung pada jenis kemo, durasi terpapar radiasi dan daya tahan tubuh. Di laman ini saya menuliskan beberapa efek samping yang biasa terjadi pada orang yang telah melakukan kemoterapi.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping di bawah ini dan mintalah kepadanya untuk memberikan cara mengurangi efeknya. Bisa juga anda memberikan komentar untuk memperdalam pengetahuan anda atau memberikan saran untuk melengkapi artikel ini.

Artikel ini dibuat dengan maksud untuk membantu anda melakukan persiapan jika memang harus melakukan kemoterapi, bisa jadi daftar di bawah ini tidak ada rasakan atau ada yang anda rasakan namun berbeda dengan yang ada di daftar.

13 Efek samping Kemoterapi dan cara mengurangi dampaknya

1. Rambut rontok. Kita semua sudah tahu akan hal ini, tapi yang tidak banyak orang ketahui adalah yang dimaksud rontok disini adalah seluruh rambut di tubuh. Jangan heran jika seluruh rambut anda yang meliputi rambut kepala, bulu mata, alis, kumis, janggut, ketiak sampai bulu di kaki akan rontok seluruhnya. Jika anda seorang laki-laki mungkin hal ini tidak terlalu bermasalah, namun jika terjadi pada wanita? Bersabarlah!

2.  Mual dan Muntah. Kedua hal ini merupakan efek samping yang biasanya paling umum terjadi, anda akan merasa tidak nyaman akan hal ini. Biasanya dokter akan memberikan obat anti depresi setelah anda melakukan kemoterapi. Obat itu dapat membantu untuk mengatasi mual dan muntah tapi anda akan merasakan kantuk yang luar biasa.

Jika hal ini terjadi yang harus anda lakukan adalah menyikapinya dengan tenang. Bagaimanapun hal ini umum terjadi dan obat anti depresi dapat meringankan rasa mual yang anda rasakan. Andapun harus menjaga makanan anda yakni dengan menghindari makanan yang berminyak, berasa pedas dan asam, makanan jenis ini bisa memperkuat rasa mual. Hindarilah!


gambar infus cairan kemo, efek samping kemoterapi


3. Dehidrasi. Salah satu obat yang digunakan saat kemo memiliki kandungan Methotrexate, obat jenis ini dapat merusak hati dan ginjal sehingga anda perlu minum air putih yang banyak untuk menjaga kesehatan organ hati dan ginjal. Sediakanlah selalu air putih di samping anda!

4. Neuropati. Keluhan ini umumnya sering terjadi. Pasca dilakukan kemo mungkin anda merasakan rasa sakit, kesemutan, hilang rasa, terasa terbakar atau seperti ada sesuatu yang menusuk di ujung kaki atau tangan. Ini dikarenakan salah satu efek obat yang mempengaruhi fungsi saraf. Jika hal ini terjadi pada anda segeralah berkonsultasi dengan dokter agar masalah ini tidak berlanjut.

5. Neutropenik. Proses kemoterapi bukan hanya menargetkan sel kanker tapi juga dapat mempengaruhi dan merusak sel darah putih, sehingga orang di melakukan kemo akan menjadi lebih rentan terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuh menurun atau bahkan hilang dari tubuh. Berhati-hati adalah kunci untuk menghindari infeksi. Goresan, flu, batuk atau terjatuh dapat menjadi fatal akibatnya!

Anda dapat mengurangi kemungkinan terpaparnya penyakit dari orang lain dengan cara memakai masker dan sarung tangan untuk mencegah terjadi kontak langsung. Juga jangan makan makanan mentah!

6. Anemia. Kemo juga dapat merusak sel darah merah dan mengurangi jumlahnya sehingga anda bisa terkena anemia. Ciri anda mengalami anemia pasca kemoterapi adalah merasa tidak nyaman dengan jantung terasa berdebar, nafas terasa berat, cepat lelah dan merasa pusing ketika bangun dari tidur atau saat anda mau berdiri. Jangan menyembunyikan gejala apapun yang anda rasa kepada orang lain. Ceritakanlah apa yang anda rasakan! Dokter biasanya akan melakukan transfusi darah jika hasil tes darah menunjukan sel darah merah anda menurun.

7. Menopause dan Infertilitas. Efek samping lainnya adalah membuat mandul atau pembuahan sulit terjadi/ suit memiliki anak. Hal ini karena kemo dapat merusak jaringan sistem reproduksi. Namun janganlah khawatir terlebih dahulu karena tidak semua orang yang melakukan kemoterapi langsung menjadi mandul. Anak adalah titipan dari Allah Swt sehingga jika Yang Maha Kuasa mengijinkan bukan tidak mungkin pembuahan bisa terjadi.

8. Tulang Keropos. Tulang menjadi rapuh dan mudah keropos mungkin bisa terjadi pasca kemo. Dokter biasanya akan memberikan anda lebih banyak obat penambah kalium, kalsium dan vitamin D. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan tulang dan membantu memulihkan kesehatan tulang. Makan makanan tinggi kalsium dan mengkonsumsi obat penambah kalium, kalsium dan vitamin D.

9. Kerusakan organ dalam. Untuk yang satu ini, anda diharuskan rutin memeriksakan kesehatan jantung, paru, dan lainnya, anda bisa melakukan medical checkup. Baca: Menjaga kesehatan jantung itu mudah.

10. Gangguan pendengaran.  Walaupun jarang terjadi namun masalah pendengaran bisa saja terjadi.

11. Diare. Ini bisa menjadi masalah yang mempengaruhi berat badan anda. Di samping itu juga bisa membuat anda dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), sehingga anda perlu memperhatikan untuk bisa minum air lebih banyak. Mandi pun bisa membantu untuk melembabkan kulit anda, air yang digunakan harus dimasak terlebih dahulu!

12. Sakit kepala parah. Ada kemungkinan anda merasakan sakit kepala yang rasa nyerinya tidak bisa dibayangkan. Bahkan saya pernah mendengar penderita kanker yang melakukan kemoterapi bahwa sakitnya sangat luar biasa, walaupun sudah meminum obat sakit tetap tidak meredakan rasa sakitnya. Cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan rileks, pasrah dan hindari suara keras. Tenangkan pikiran anda!

13. Ketergantungan obat anti depresi. Obat anti depresi misalnya Lorazepam biasa diberikan bagi orang yang melakukan kemoterapi. Bahayanya obat ini bisa menyebabkan ketergantungan.

Itulah pembahasan mengenai apasaja efek samping kemoterapi. Informasi ini memang tidaklah lengkap karena sangat memungkinkan anda mendapatkan efek yang berbeda setelah melakukan kemoterapi. Sehingga besar harapan saya, anda dapat berbagi pengalaman mengenai hal ini di kolom komentar. Semoga anda bisa sembuh kembali!

Sabtu, 17 Februari 2018

Neoplasma Maligna, Apakah itu?

1 komentar:
Jika anda mengunjungi dokter umum untuk berkonsultasi karena ada benjolan abnormal yang tumbuh di bagian tubuh anda dengan cepat. Maka besar kemungkinan dokter umum akan merujuk anda untuk berobat ke dokter spesialis bedah onkologi dengan menuliskan diagnosis awal neoplasma maligna. Anda mungkin bertanya-tanya, penyakit apakah itu dan apa yang harus anda lakukan? Bagaimana cara mengobatinya?

Dokter ahli onkologi biasanya akan merekomendasikan anda untuk melakukan berbagai tes untuk mengetahui penyebab benjolan guna menemukan cara tepat untuk mengobatinya.

Istilah neoplasma maligna berarti benjolan abnormal itu adalah tumor yang bersifat ganas atau lebih terkenal dengan sebutan kanker. Dokter biasanya menduga diagnosis ini berdasarkan cerita anda mengenai cepatnya pertumbuhan benjolan dan pengamatan langsung saat tes kolonoskopi (skrining kanker). Jika merasa ada yang janggal, maka dokter akan menyarankan anda melakukan biopsi untuk mengambil sampel benjolan itu. Biopsi dilakukan untuk memastikan apakah itu tumor ganas atau tumor jinak.


Gambar neoplasma maligna tumbuh dan berkembang di atas sel kulit

Ahli patologi berperan mencari sel kanker


Apabila benjolan atau jaringan disekitarnya terlihat mencurigakan selama dilakukan tes skrining kanker, dokter akan mengambil sampel jaringan (biopsi) yang kemudian akan dianalisa oleh ahli patologi jaringan untuk melihat dan mencari apakah ada sel kanker di jaringan itu.

Untuk dapat membedakan dan menvisualisasikan jaringan-jaringan dari sampel, ahli patologi akan mewarnainya dengan pewarna sehingga terlihat perbedaannya. Dari perbedaan warna itu, kemudian ahli patologi akan mencari kelainan bentuk sel, ukuran sel dan ukuran inti sel serta mencari apakah ada perubahan terhadap sel di jaringan sampel yang mengindikasikan adanya sel kanker.

Begitu ahli patologi menemukan dan mengkonfirmasi bahwa hasil biopsi menunjukan adanya sel kanker, penderita harus melakukan tes labolatorium lainnya yang dilakukan untuk membantu mengklasifikasikan jenis dan stadium dari kanker, yang nantinya akan menjadi rujukan untuk menemukan pengobatan yang tepat.

Saat ini perkembangan teknologi mikroskop sudah semakin maju, bahkan berkat kemajuan teknologi medis ini jaringan yang abnormal dapat mengklasifikasi dan mendeteksi sel kanker maligna secara otomatis.

Setelah terdeteksi menderita neoplasma maligna, selanjutnya yang perlu di perhatikan adalah memilih cara pengobatan yang tepat.

Sel kanker (Neoplasma) bukan penyakit melainkan abnormal dari sel, sehingga sistem imun tidak mencegahnya berkembang! 

Pengobatan Neoplasma Maligna

Pilihan pengobatan tergantung pada stadium kanker maligna yang diderita, pengobatan yang bisa dilakukan untuk penderita kanker adalah operasi (bedah) dan kemoterapi (menggunakan radiasi).

1. Operasi biasanya dilakukan jika ukuran benjolan/ jaringan abnormal masih kecil dan tidak meluas, ini adalah cara untuk mengeluarkan sel kanker dan jaringan yang rusak disekitar inti sel kanker. Operasi juga bisa dilakukan walaupun jaringan sel kanker sudah menyebar luas, dalam hal ini operasi dilakukan dibagian jaringan yang paling rusak dan terkadang dilakukan dibagian kelenjar getah bening untuk melihat apakah jaringan getah bening telah terkena sel kanker atau tidak.

2. Kemoterapi dan Obat. Dapat digunakan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran neoplasma-nya. Dan juga bisa dilakukan pasca operasi yang bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tersisa yang mungkin tidak terangkat ketika operasi atau yang sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Operasi dan kemoterapi adalah  2 cara yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit neoplasma maligna. Walaupun 2 cara ini belum tentu berhasil membunuh dan menghilangkan sel ini.


Deteksi Neoplasma Lebih Awal


Deteksi dini atau saat jaringan abnormal masih kecil yang biasanya disebut tumor akan memperbesar kemungkinan anda sembuh dengan cara operasi. Dan tidak harus melakukan kemoterapi yang memiliki efek samping banyak dibanding tujuannya mengobati kanker.

Pertumbuhan neoplasma maligna memang memiliki kecepatan tumbuh yang berbeda-beda pada setiap orang. Sehingga sangat sulit untuk diprediksi besaran cakupan jaringan yang terserang sel abnormal ini. Jika anda terlambat mendeteksinya, peluang untuk bertahan hidup akan semakin kecil. Sehingga deteksi dini neoplasma sangatlah penting untuk memberi anda kesempatan hidup yang lebih besar.

Senin, 31 Januari 2011

5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung

Tidak ada komentar:
Untuk bisa mendapatkan umur panjang dan sehat, jantung adalah salah satu organ yang mutlak harus dijaga kesehatannya. Gangguan jantung bisa saja sangat mematikan, oleh karena itu pencegahannya dan menjaga kesehatan jantung merupakan hal mutlak yang harus dilakukan.

Holly Andersen, peneliti dari Ronald O Perelman Heart Institute di New York menjelaskan beberapa kebiasaan baik yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar jantung terjaga kesehatannya. Mulai dari hal sepele seperti berjalan kaki hingga mengetahui angka-angka vital.

Inilah hal-hal yang dianjurkan dilakukan dan harus diketahui agar kita dapat menjaga kesehatan jantung. Berikut 5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung:
Menjaga Kesehatan saksi dan sing selamat

1. Ketahui angka-angka vital
Sebelum ada masalah dengan jantung, ada baiknya untuk mengetahui angka-angka penting yang merupakan indikator kesehatan jantung. Di antaranya adalah tekanan darah, denyut nadi, kadar lemak total, kolesterol dan trigliserida.


2. Berjalan kaki
Kesibukan dan aktivitas yang selalu padat jangan dijadikan alasan untuk tidak pernah berolahraga. Sesekali tinggalkan kendaraan pribadi lalu berjalan kaki menuju halte terdekat untuk naik angkutan umum ke kantor. Cukup dengan berjalan kaki selama 20-30 menit sehari, risiko kematian dini akibat serangan jantung bisa dikurangi hingga 50 persen.


3. Tertawa sesering mungkin
Kalaupun untuk sekedar berjalan kaki saja masih sulit untuk meluangkan waktu, cobalah untuk lebih sering tertawa. Bicara soal pembakaran kalori, tertawa terbahak-bahak selama 15 menit bisa disetarakan dengan aerobik selama 30 menit. Tertawa juga menekan pelepasan hormon stres kortisol, sehingga tekanan darah lebih terkendali.

4. Perhatikan lingkar pinggang
Kesalahan yang sering terjadi adalah orang terlalu mengkhawatirkan berat badan, padahal faktor risiko sindrom metabolik dan berbagai masalah jantung justru lebih banyak berhubungan dengan lingkar pinggang. Obesitas sentral atau perut buncit menandakan perlemakan hati yang menyebabkan kadar kolesterol sulit dikontrol.

5. Tidur yang cukup
Bergadang hingga larut malam tidak hanya membuat tubuh cepat merasa letih keesokan harinya. Kurang tidur juga bisa meningkatkan stres dan tekanan darah sehingga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung. Kelihatannya sepele tapi istirahat yang cukup merupakan syarat penting yang harus dipenuhi jika ingin berumur panjang.

Nah, itulah 5 cara mudah untuk menjaga kesehatan jantung.
Semoga Artikel 5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Jantung ini bermanfaat


Baca Artikel Lainnya:



Kamis, 27 Januari 2011

Kesehatan - Neoplasma dan Perbedaan Kanker dengan Tumor

1 komentar:
Kesehatan - Neoplasma dan Perbedaan Kanker dengan Tumor
Tahukan kalian apa itu kanker? Kanker kalau isengnya sih disebut juga salah satu penyakit yang sering menimpa pengangguran, hihihi… itulah Kantung Kering, alias tidak memiliki uang. Jelaslah mana mungkin seseorang mempunyai uang sedangkan pekerjaan saja tidak memiliki. Namun, bukan hal itu yang akan dibahas dalam artikel ini.

Kanker yang dimaksudkan dalam artikel ini adalah suatu penyakit yang menyerang jaringan sel tubuh atau lebih mudahnya adalah suatu penyakit yang memiliki tanda pertumbuhan sel-sel yang tidak dapat terkendali. Sel-sel tubuh yang terserang oleh penyakit kanker ini mengalami perubahan material genetic asam deoksiribonukleat (DNA) sehingga dapat terlihat dengan mudah, dapat terlihat dengan mudah karena sel yang terserang oleh penyakit kanker ini akan menunjukan perbedaan pada karakteristik selnya (Perbedaan pertumbuhan sel).

Lalu apa yang dimaksudkan dengan Tumor? Dapat dikatakan bahwa setiap benjolan atau pembengkakan yang tidak normal atau abnormal dari jaringan tubuh yang disebabkan oleh segala sesuatu disebutnya tumor. Karakteristik dari tumor ini adalah dapat terlihat dari permukaan tubuh atau dapat juga tersembunyi di dalam tubuh. Asal kata dari tumor ini adalah Neoplasma.

Neoplasma adalah massa jaringan abnormal yang diakibatkan oleh neoplasi, neoplasi sendiri diartikan sebagai proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan tubuh yang abnormal yakni yang tumbuh sendiri secara tidak terkendali.

Jaringan tubuh yang mengalami neoplasi pada asalnya berkembang dari jaringan tubuh sendiri. Jaringan yang terkena dan mengalami neoplasi akan menimbulkan benjolan pada bagian tubuh yang mengalaminya.

Lalu apa hubungannya Neoplasma dengan Kanker dan Tumor?
Neoplasma itu terbagi menjadi dua bagian yakni Neoplasma benigna dan Neoplasma maligna. Neoplasma beligna disebut juga tumor jinak, tumor jinak ini memiliki karakteristik yaitu benjolan yang bersifat jinak, pertumbuhan tumor yang lambat dan memiliki batasan yang tegas sehingga mudah sekali dikenali dan dengan mudah juga dapat diangkat melalui operasi. Sehingga tumor itu dapat disembuhkan dengan sempurna tanpa meninggalkan sedikitpun tumor.

Sedangkan Neoplasma Maligna disebut juga sebagai tumor ganas atau lebih dikenal sebagai kanker. Karakteristik dari kanker ini adalah pertumbuhannya yang sangat cepat sehingga sulit sekali untuk dikendalikan hal ini dikarenakan sel-sel jaringan dapat berubah menjadi sel kanker dengan waktu cepat. Kanker ini adalah penyakit yang menyebar ke seluruh tubuh karena dapat berkembang dengan daerah sekitar yang terjangkitnya.

Kanker ini sangat sulit diobati, adapun dengan operasi hanya mengangkat bagian yang paling parah dijangkit penyakit ini. Sedangkan jaringan lainnya yang telah terserang sel kanker harus di sinar, itupun bukan untuk menyembuhkan melaikan hanya menghambat kinerja sel kanker. Selain dengan sinar, ternyata terdapat juga dengan obat suntik hormone yang menghambat pertumbuhan sel.

Lalu apa yang disebut metastatis? Metastatis adalah sebutan bagi suatu proses penyebaran dan penyusupan sel-sel kanker pada bagian tubuh lain yang sehat sehingga menjadikan sel tubuh yang sehat itu terjangkit kanker.

Neoplasma dan Perbedaan Kanker dengan Tumor